Pahit.....
Ya memang pahit hidup ini
Sepahit kopi yang ku teguk malam ini.
Dibawah naungan suasana hawa malam
Dibawah rintik hujan yang semakin membawa hawa menusuk kulit
Hati dan pikiranku sedang pahit.
Ya pahit sepahit kopi hitam yang menemaniku malam ini
Pahit memang pahit
Dibalik dinginnya hawa malam aku merenung
Apakah hidup ini akan terus begini?
Hutang menumpuk
Cicilan kredit barang sana sini belum lunas
Oh nasib nasib apakah akan terus begini?
Duh gusti..
Pahit sepahit hidup ini
Aku teguk kopi kedua terasa cukup menghangatkan tubuhku yang sudah renta ini...
Aku bukan renta tapi terlihat tua
Karena beban hidup yang ku rasa
Beban berat yang tak berakhir
Malam kau sepekat kopi yang aku minum
Tapi aku ingin memiliki masa yang terang seterang lilin di tempat yang gelap
Hitam memang hitam
Jalan yang ku sesali sepekat warna kopi hitam ini
Malam semakin larut
Cahaya ilahi untuk shalat malam datang
Tapi,apakh mungkin aku mendekat padanya?
Aku terlalu kotor mendekat padaNya
Merintih tak bisa
Menangis sudah habis
Ah...
Setidaknya hidupku masih tidak terlalu pekat
Aku masih dikaruniai Tuhan kesehatan
Jalan memang sudah buntu
Tak bisa kembali
Aku tau ini berat,sungguh aku sudah penat mengalami hidup seperti warna kopi hitam yang aku teguk malam ini.
Terang...
Seterang cahaya lampu yang menemaniku
Hatiku apakah sudah beku?
Terlalu naif kah aku?
Atau terlalu bodohkah aku tidak bisa membaca tanda tanda ini?
Cahaya itu indah....
Malam jadilah engkau sedingin pagi yang menurunkan embun pagi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar